KN Nusantara, 23 April 2026 RAPAT KERJA NASIONAL (RAKERNAS I) Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Bethany Nusantara (GBN) melaksanakan Konsolidasi dan Rapat Kerja Sinode I yang dipimpin Ketua Umum BPS GBN Pdt.Dr.Samuel Kusuma,M.Th dimulai pada Selasa,21 April 2026 sampai Kamis,23 April 2026 dilaksanakan di Ruang Rapat Eselon I Kemenko 3 Tower 4 Lantai 5 di IKN yang diikuti oleh Dewan Rasuli, BPS dan Badan Pekerja Daerah (BPD) seluruh indonesia dan Luar Negeri Sinode Gereja Bethany Nusantara yg diresmikan Oleh DIrjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI pada tgl.26 April 2025 dan Melaksanakan Sidang Raya Sinode I di Balikpapan, Kalimantan Timur pada tgl.30-31 Mei 2025 dan Gereja Anggota Aras PGLII yang melakukan langkah nyata sebagai Sinode yg telah dalam melaksanakan Tritugas Gereja dengan Melakukan Amanat Agung dengan melakukan kegiatan :
Rakernas XIII PGLII Sukses dan Hasilkan Beberapa Keputusan Strategis Penting
Cisarua, Bogor – MajalahGAHARU.COM -Ketua Umum PGLII 2025-2030 Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th menyampaikan setidaknya ada tiga keputusan strategis yang dihasilkan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIII yang berlangsung 9-11 Juni 2025 di Ball Room Rizen Premiere Cisarua, Bogor Jawa Barat. Hal itu disampaikan usai Rapat Pleno, Selasa (10/6) pada sesi konferensi pers, Pdt. Tommy O. Lengkong, M.Th didampingiSekretaris Umum Pdt. Prof. Dr. Daniel Ronda, Bendahara Umum Pdt. Dr. Yohanes Suprandono dan Ketua Pantia (Sekretaris) Rakernas Pdt. Dr. Samuel Kusuma. “Persekutuan Gereja-gereja danLembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) dengan penuh syukur menyampaikan bahwa Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XIII yang diselenggarakan di Rizen Primiere, Cisarua, Bogor, telah sukses dan menghasilkan berbagai keputusan strategis,” ujar Ketua Umum yang terpilih saat Munas Balikpapan awal tahun 2025. Seperti diketahui Rakernas XIII PGLII ini mengambil tema: “Berpegang teguh pada Alkitab, memberitakan Injil, dan terlibat aktif dalam pembangunan kualitas moral dan perikemanusiaan bangsa.” Dijelaskan Pdt. Tommy O. Lengkong bahwa tema ini mendapat apresiasi dari Direktur Urusan Agama Kristen Kementerian Agama, Dr. Amsal Yowei SE., M.Pd.K., yang mewakili Dirjen Bimas Kristen. Dalam sambutannya, Dr. Amsal Yowei menyampaikan bahwa tema tersebut sangat relevan dan strategis, baik secara teologis maupun dalam konteks kehidupan sosial kebangsaan di Indonesia. Adapun beberapa keputusan strategis yang dihasilkan, tambahnya, antara lain: Pertama, PGLII menunjukkan perhatian serius terhadap kelangsungan kepemimpinan dan pelayanan di masa depan dengan berfokus pada kaderisasi generasi muda melalui wadah Sentra Generasi Injili. Inisiatif ini diharapkan dapat mempersiapkan pemimpin-pemimpin muda yang berintegritas dan berkomitmen terhadap gerakan Injili. Kedua, PGLII juga menyatakan keprihatinan mendalam terhadap berbagai masalah yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan politik menjadi perhatian serius bagi PGLII. Sebagai wujud nyata keprihatinan tersebut, Rakernas telah memutuskan untuk membentuk “task force” khusus untuk masalah kemanusiaan di Papua. Tim ini akan berfokus pada upaya-upaya penanggulangan masalah kemanusiaan, memberikan bantuan, serta menyuarakan keadilan dan perdamaian di tanah Papua. PGLII berharap kehadiran “task force” ini dapat memberikan kontribusi positif dalam meringankan beban saudara-saudari di Papua. Ketiga, dalam upaya mendukung keberlanjutan dan efektivitas organisasi, Rakernas XIII PGLII juga membuat keputusan penting untuk membangun kantor pusat PGLII di Ibukota Nusantara (IKN). Keputusan ini mencerminkan visi PGLII untuk beradaptasi dengan perkembangan nasional dan memperkuat kehadiran di pusat pemerintahan. Lebih jauh sambung Tommy O. Lengkong, agenda penting dalam Rakernas XIII adalah peneguhan dan doa bagi Pengurus Lengkap Pengurus Pusat PGLII periode 2025-2029 oleh Majelis Pertimbangan PGLII. “Kita harapkan dengan peneguhan ini dapat menguatkan kepemimpinan PGLII dalam menjalankan visi dan misinya di masa mendatang,” ujarnya. Rakernas ini juga menjadi forum untuk menyusun secara lengkap Garis-Garis Besar Program PGLII ke dalam Program Kerja empat tahun ke depan untuk memastikan arah langkah organisasi secara terencana dan terukur. “Melalui Rakernas ini, PGLII semakin mantap melangkah maju, memperkuat perannya sebagai wadah persekutuan gereja-gereja dan lembaga-lembaga Injili di Indonesia, serta terus berkomitmen untuk menjadi berkat bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.
Sidang Raya Perdana GBN Resmi Digelar di Balikpapan, Tetapkan Arah Pelayanan Nasional
NAWACITAPOST.COM – Gereja Bethany Nusantara (GBN) menyelenggarakan Sidang Raya Sinode pertama di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Jumat, 30 Mei 2025. Acara yang digelar di Gereja Bethany Nusantara Favor Of God, Living Plaza Balikpapan ini berlangsung dengan lancar. Acara ini menjadi tonggak awal GBN dalam menentukan arah dan strategi pelayanan setelah resmi berdiri berdasarkan Keputusan Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama RI Nomor 158 Tahun 2025. Sidang dimulai dengan ibadah yang dipimpin Pendeta Dr Ronny Mandang, Ketua Majelis Pertimbangan PGLII. Dalam khotbahnya, ia menegaskan pentingnya gereja untuk kembali kepada panggilan utamanya. “Gereja harus kembali pada jatidiri sesungguhnya agar terus memberitakan INJIL Kristus, dan Menuntaskan Amanat Agungnya,” ujar Pdt Ronny Mandang. Pembukaan juga dimeriahkan oleh tarian tradisional Dayak dari lima mahasiswi Institut Kristen Borneo, menandai prosesi dengan semangat budaya lokal. Sidang ini diikuti oleh 128 pendeta dari 109 gereja di 12 provinsi, serta perwakilan dari Malaysia, Amerika Serikat, dan Selandia Baru. Tema besar yang diangkat adalah “The Great Harvest From Nusantara to the Nations” atau “Tuaian yang Besar dari Nusantara ke Bangsa-bangsa” sebagaimana disampaikan oleh Ketua Panitia Pdt Dr Kevin Lemuel Kusuma. Ketua Umum Sinode GBN, Pendeta Dr Samuel Kusuma, dalam sambutannya menekankan pentingnya sidang ini sebagai fondasi bagi masa depan gereja. “Sidang Raya ini merupakan momen penting bagi Gereja Bethany Nusantara untuk menetapkan arah dan strategi pelayanan ke depan, memastikan GBN terus bertumbuh dalam iman dan menjadi berkat bagi bangsa,” ujar Pdt Samuel Kusuma. Sidang Raya dibuka secara resmi oleh Direktur Jenderal Bimas Kristen Kemenag RI Jeane Marie Tulung yang diwakili oleh Direktur Urusan Agama Kristen, Amsal Yowei. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa dasar pelayanan gereja haruslah tetap pada Kristus. “Sidang Raya I ini harus membangun pondasi yang benar, bukan hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam tata kelola organisasi yang baik, kepemimpinan yang melayani dan bijaksana, serta program-program pelayanan yang relevan dan transformatif, termasuk tentang ekologi sesuai program pemerintah menanam Matoa,” ujarnya. Ketua Umum PGLII, Pdt Tommy Lengkong M.Th, turut hadir dan menyatakan bahwa GBN adalah anggota ke-98 dari aras PGLII. Ia juga menyebutkan bahwa Balikpapan telah menjadi tempat pelaksanaan Musyawarah Nasional PGLII ke-XIII yang sukses. Turut hadir pula Troy Pantaouw, Staf Khusus Kepala Otorita IKN, yang menyampaikan progres pembangunan IKN, serta anggota DPD RI dari Kalimantan Timur, Dr Yulianus Henoch Sumual. Ia mengapresiasi sidang ini dengan mengatakan bahwa kegiatan tersebut diharapkan “dapat melahirkan Program keputusan dan Karya bagi kemajuan Gereja Tuhan diseluruh Nusantara.” Sidang Raya Sinode berlangsung selama dua hari, dari 30 hingga 31 Mei 2025. Agenda utama mencakup pembahasan program kerja sinode, pemilihan pengurus, dan perumusan kebijakan strategis. Sidang ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Dirjen Bimas Kristen dan Sinode GBN untuk gerakan penanaman 10 pohon di setiap gereja yang berada di kota, kabupaten, kecamatan, desa, dan kampung tempat GBN melayani. Sidang ini menandai babak baru bagi Gereja Bethany Nusantara untuk bertumbuh dan melayani secara kontekstual dari Nusantara ke bangsa-bangsa.
Sinode Gereja Bethany Nusantara Diresmikan, Kemenag Ingatkan Kontribusi untuk Generasi Emas 2045
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Kementerian Agama (Kemenag) RI meresmikan Sinode Gereja Bethany Nusantara (GBN) di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Kamis (29/5/2025).Peresmian dilakukan oleh Direktur Urusan Agama Kristen (UAK), Pendeta Amsal Yowei; yang mewakili Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama, Jeane Marie Tulung. Prosesi peresmian ini ditandai secara simbolis dengan penekanan tombol di layar LED, serta membunyikan sirine disertai menyanyikan lagu tema GBN secara meriah. Acara ini turut dihadiri pejabat Kemenag, pengurus sinode, pendeta GBN dari seluruh Indonesia dan luar negeri, serta 6.000 jemaat di Balikpapan. Direktur UAK Amsal Yowei mengatakan bahwa GBN ditunjuk sebagai Sinode Lembaga Gereja di seluruh Indonesia. Ini merujuk Surat Keputusan Dirjen Bimas Kristen Kemenag RI No 158 Tahun 2025. Ia menggarisbawahi peran strategis gereja dalam membangun bangsa serta peran gereja sebagai agen transformasi sosial dan spiritual. “Sinode GBN diharapkan menjadi agen transformasi sosial dan spiritual yang menghadirkan kasih, pengharapan, dan keadilan di tengah masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima TribunKaltim.co, pada Selasa (3/6/2025). Direktur juga berharap, agar Sinode GBN juga menjadi mitra aktif pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama, memperkuat pendidikan iman, dan membina umat. Menurutnya, gereja dipanggil untuk menjadi pembawa damai di tengah keberagaman Indonesia dan berinisiatif membangun harmoni. “Sehingga GBN bisa berkontribusi bagi pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ucapnya. Peresmian ini dirangkai Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dilayani Pdt Dr Samuel Kusuma, Ketua Umum Sinode GBN dengan tema The Great Harvest – From Nusantara to The Nations. Dikatakannya, Sinode GBN beranggotakan 109 gereja yang tersebar di 12 Provinsi di Indonesia, Malaysia, Amerika dan Selandia Baru. Rangkaian peresmian ini turur dimeriahkan oleh penyanyi rohani Maria Priscilla, BFOG Worship, BFOG Choir, dan Peace Ministry.Selanjutnya dirangkai dengan Sidang Sinode I GBN pada 30–31 Mei 2025 di Gereja Bethany Living Plaza, Balikpapan. (*)
Tonggak Sejarah Baru! Sinode Gereja Bethany Nusantara Diresmikan: Dari Ibu Kota Nusantara Menuju Bangsa-Bangsa
Dalam sambutannya, Pdt. Dr. Amsal Yowei menekankan bahwa sinode ini adalah tonggak penting dalam perjalanan iman dan pelayanan gerejawi Nusantara, serta menyerukan agar GBN menjadi agen transformasi sosial dan spiritual. “Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi pelita bagi lingkungan. Sinode GBN harus membawa kasih, pengharapan, dan keadilan ke tengah masyarakat,” ujarnya. “Kami mendorong sinode ini membangun sinergi lintas gereja, pemerintah, dan seluruh elemen bangsa menuju Indonesia yang rukun dan sejahtera.” Puncak acara ditandai dengan penekanan tombol simbolis di layar LED dari angka 8 hingga 1, diiringi sirine dan pembacaan Theme Song Gereja Bethany Nusantara secara meriah oleh seluruh jemaat dan para pemimpin gereja. Turut hadir dalam peresmian ini tokoh-tokoh penting seperti: Pdt. Dr. Amsal Yowei, Dirjen Urusan Agama Kristen Kemenag RI Alphius, Kabid Bimas Kristen Kanwil Kemenag Kaltim Laosmauli Situmeang, Kasi Bimas Kristen Kemenag Balikpapan Pdt. Dr. Marcel Kanon, Pdt. Dr. Fonny Kusuma, Pdt. Dr. Yuli Suprianto, Pdt. Dr. Eri Sanistiara Perwakilan gereja dari Selandia Baru dan berbagai wilayah di Indonesia. Acara dimeriahkan dengan penampilan artis rohani Maria Priscilla, serta pujian dari BFOG Worship, BFOG Choir, dan Peace Ministry, menambah kemegahan dan kekhidmatan acara. Pdt. Samuel Kusuma, yang telah melayani di Kalimantan Timur sejak tahun 1991, mengungkapkan rasa syukurnya atas perjalanan panjang ini: “Ini bukan hanya mimpi, tapi mandat Tuhan. GBN adalah wadah untuk menggembalakan lebih banyak jiwa, menjangkau lebih luas, dan membawa terang Kristus ke ujung bumi.” ujarnya. (Sumber: Yusuf Mujiono/ Lawadi).