Dalam sambutannya, Pdt. Dr. Amsal Yowei menekankan bahwa
sinode ini adalah tonggak penting dalam perjalanan iman dan pelayanan gerejawi
Nusantara, serta menyerukan agar GBN menjadi agen transformasi sosial dan
spiritual.
“Gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi pelita bagi
lingkungan. Sinode GBN harus membawa kasih, pengharapan, dan keadilan ke tengah
masyarakat,” ujarnya.
“Kami mendorong sinode ini membangun sinergi lintas gereja, pemerintah, dan
seluruh elemen bangsa menuju Indonesia yang rukun dan sejahtera.”
Puncak acara ditandai dengan penekanan tombol simbolis di
layar LED dari angka 8 hingga 1, diiringi sirine dan pembacaan Theme Song
Gereja Bethany Nusantara secara meriah oleh seluruh jemaat dan para pemimpin
gereja. Turut hadir dalam peresmian ini tokoh-tokoh penting seperti:
Pdt. Dr. Amsal Yowei, Dirjen Urusan Agama Kristen Kemenag RI
Alphius, Kabid Bimas Kristen Kanwil Kemenag Kaltim
Laosmauli Situmeang, Kasi Bimas Kristen Kemenag Balikpapan
Pdt. Dr. Marcel Kanon, Pdt. Dr. Fonny Kusuma, Pdt. Dr. Yuli
Suprianto, Pdt. Dr. Eri Sanistiara
Perwakilan gereja dari Selandia Baru dan berbagai wilayah di Indonesia.
Acara dimeriahkan dengan penampilan artis rohani Maria Priscilla, serta pujian dari BFOG Worship, BFOG Choir, dan Peace Ministry, menambah kemegahan dan kekhidmatan acara. Pdt. Samuel Kusuma, yang telah melayani di Kalimantan Timur sejak tahun 1991, mengungkapkan rasa syukurnya atas perjalanan panjang ini:
“Ini bukan hanya mimpi, tapi mandat Tuhan. GBN adalah wadah
untuk menggembalakan lebih banyak jiwa, menjangkau lebih luas, dan membawa
terang Kristus ke ujung bumi.” ujarnya. (Sumber: Yusuf Mujiono/ Lawadi).